Minggu, 23 Desember 2012

KASUBURAN LAKI - LAKI

Bagaimana Cara Mengetahui Subur Tidaknya Seorang Pria? Setelah mengetahui apa itu infertilitas (ketidaksuburan) dan mengetahui cara kerja dari sistem reproduksi pria, maka pertanyaan yang muncul sekarang adalah “Bagaimana cara memeriksa dan mengetahui kesuburan seorang pria” Spermatozoa adalah penentu kesuburan pria. Oleh karena itu, pemeriksaan utama kesuburan pria adalah dengan melakukan analisis terhadap sperma, dalam hal ini analisis terhadap spermatozoa yang terdapat di dalam sperma. Sebanyak 50% insiden infertilitas dapat diketahui penyebab dan rencana terapinya dalam pemeriksaan yang baik dan terpercaya dalam uji kesuburan pria. Analisis sperma adalah pemeriksaan kesuburan yang paling mudah dilakukan dan dapat menyajikan data yang akurat dan terpercaya secara medis tentang kondisi kesuburan pria yang bersangkutan. Tujuan analisis sperma adalah untuk mengetahui kualitas sperma. Pemeriksaan tidak boleh disepelekan, terutama oleh para pekerja laboratorium saat melakukan penyimpanan hingga pencitraan sperma dengan mikroskop khusus. Seluruh standar yang telah ditetapkan dalam prosedur kerja analisis sperma harus dapat dipenuhi oleh laboratorium dalam klinik kesuburan. Ketelitian, ketrampilan, serta empati terhadap klien merupakan kunci dari kesuksesan klinik kesuburan dalam melakukan analisis sperma. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam memilih klinik kesuburan. Hanya klinik terpercaya dan memiliki reputasi yang baik di mata klien-kliennya yang pantas menjadi pilihan. Apabila sebuah klinik kesuburan salah dalam melakukan analisis sperma, hasil yang didapat pun akan salah. Perasaan stress, tertekan, konflik rumah tangga, yang sebenarnya tidak perlu terjadi, sebagai akibat dari hasil analisis sperma yang salah merupakan hal yang telah banyak terjadi dan dilaporkan di berbagai belahan dunia. Apa dan mengapa analisis sperma dilakukan? Sperma merupakan cairan yang tersusun dari berbagai produk organ-organ pada sistem reproduksi pria. Secara lebih rinci, komposisi di dalam sperma antara lain: Spermatozoa, cairan yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar tambahan yang mengandung nutrisi dan pelindung spermatozoa serta pelumas. Berdasarkan komposisi tersebut, analisis sperma akan mampu menghasilkan data yang akurat dan dapat dijadikan sebagai alat untuk mengukur dan menentukan tingkat kesuburan seorang pria. Contoh analisis sperma adalah sebagai berikut: Apabila sperma memiliki volume, warna, dan kekentalan yang normal, tetapi spermatozoa tidak ditemukan sama sekali, jumlahnya kurang dari jumlah normal, memiliki bentuk yang tidak lazim, atau belum mencapai kematangan, hal tersebut merupakan indikasi bahwa terdapat gangguan pada testis. Apabila sperma mengandung spermatozoa dalam jumlah dan bentuk yang normal, tetapi memiliki volume, warna serta kekentalan yang tidak normal, hal tersebut merupakan indikasi adanya gangguan pada kelenjar-kelenjar tambahan. Gangguan pada kelenjar tambahan juga dapat diindikasikan dengan banyak ditemukannya spermatozoa yang mati. Hal tersebut secara logis, berhubungan dengan fungsi cairan yang dihasilkan kelenjar tambahan sebagai nutrisi dan pelindung spermatozoa. Apabila saat ejakulasi sperma tidak dikeluarkan sama sekali, hal tersebut mengindikasikan kemungkinan terjadinya gangguan multifaktorial, antara lain gangguan pada saluran keluar sperma yang disertai gangguan pada testis maupun kelenjar-kelenjar tambahan. Sumbatan (Obstruksi) atau tidak terdapatnya saluran sperma tertentu merupakan akibat dari kelainan sejak lahir (Kongenital) juga memiliki kemungkinan untuk menjadi penyebab tidak dikeluarkannya sperma sama sekali. Berdasarkan fakta ilmiah tersebut, analisis sperma dapat menjadi sebuah tes kesuburan yang dapat diandalkan untuk menemukan gangguan pada sistem reproduksi pria yang pada akhirnya mengakibatkan infertilitas.

Kamis, 20 Desember 2012

CIRI - CIRI WANITA SUBUR

CIRI - CIRI KESUBURAN WANITA Untuk mengetahui wanita yang sedang subur, berikut ciri-cirinya : Terjadinya Peningkatan Suhu Tubuh. Masa subur wanita dengan siklus haid normal adalah hari ke-12 hingga hari ke-16 sejak haid pertama. Selain dengan menghitung secara kalender, masa subur wanita dapat diketahui dengan adanya peningkatan suhu tubuh. Peningkatan ini terjadi bukan karena wanita sedang sakit, tapi dalam keadaan badan sehat seperti biasa. Peningkatan suhu tubuh yang terjadi adalah sekitar 0,2 derajat Celcius setiap hari selama 10 hari berturut-turut. Anda dapat meletakkan thermometer biasa di bawah ketiak setiap pagi untuk mengetahui peningkatan ini. Cairan Serviks Mengalami Perubahan. Wanita pada masa subur memiliki cairan serviks yang mirip dengan putih telur, ciri-cirinya yakni cairan serviks cair, kenyal dan lebih jernih dari biasanya. Pada kondisi yang sedang tidak subur keadaan cairan serviks terlihat lebih kental. Kadang bahkan tidak keluar sama sekali. Bergairah Tinggi. Ketika melakukan hubungan intim di masa subur, wanita akan terlihat lebih bergairah dari biasanya. Hal ini akan berakibat pada wanita yang selalu ingin melakuka hubungan di masa suburnya. Wajar lah, gairah meningkat berarti keinginan untuk melakukan hubungan badan juga meningkat. Adanya Perubahan Posisi Serviks. Ketika sedang ovulasi (masa wanita subur), posisi serviks dapat dijangkau dengan jari. Sedangkan pada saat tidak berovulasi, posisi serviks ini jauh lebih ke atas, sehingga tidak dapat tersentuh. Untuk menguji hal ini, Anda dapat memasukkan jari Anda secara lurus ke dalam Miss V. Jika memang sedang dalam masa subur, maka Anda akan dapat menyentuh bagian ujung serviks, rasanya seperti bagian ujung hidung. Menghitung Masa Subur Berdasarkan Kebiasaan Sebelumnya. Cara ini sudah saya jelaskan pada artikel Menghitung Masa Subur Wanita. Dengan cara ini Anda dapat mengetahui masa subur, dan merencanakan hubungan intim di sekitar masa itu. Melunaknya Payudara. Kondisi masa subur ini hampir sama dengan kondisi kehamilan, sehingga banyak sekali hormon yang berkumpul pada masa ini. Dengan begitu, payudara akan terasa lebih lunak dari hari biasanya. Terjadinya Flek. Ketika masa subur biasanya wanita mengalami bercak-bercak darah yang tertinggal di celana dalam. Hal ini sering terjadi pada masa subur. Perut Terasa Kembung. Di masa subur, anda mungkin merasa bahwa celana Anda terasa sempit, meskipun tidak sedang kekenyangan atau berat badan naik. Hal ini biasa terjadi karena pada masa ovulasi ini tubuh sedang meyimpan air dalam kondisi yang banyak. Menggunakan Alat Tes Ovulasi. Alat Tes Ovulasi ini gunanya sangat mirip dengan test pack dalam pengujian kehamilan. Dengan menggunakan alat ini maka validitas bahwa anda sedang subur memang tak perlu diragukan. Sayangnya harganya lumayan mahal. Nah, demikianlah ciri-ciri wanita subur yang dapat saya jelaskan. Apakah Anda pernah mengalami beberapa ciri di atas? Bersegeralah melakukan hubungan intim, agar rencana cepat hamil Anda dapat terlaksana. Amin.

PopotoaN Idea